Total 380.000 PRT Migran di Hong Kong Telah Memenuhi Mandatori Tes COVID-19

  • Whatsapp

Seorang juru bicara Biro Makanan dan Kesehatan (FHB) atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada para pekerja rumah tangga (PRT) migran di Hong Kong dan majikan atas kerja sama mereka dalam menjalani tes wajib untuk memerangi virus bersama-sama, Senin (10/5/2021).

Read More

Melalui siaran media, FHB menyebutkan selama periode dari 1 Mei hingga 9 Mei, hampir 340.000 PRT migran telah diuji di 21 pusat pengujian komunitas (CTC) dan stasiun pengumpulan spesimen bergerak atau spesimen air liur tenggorokan. Selain itu, diperkirakan sekitar 40.000 PRT migran lainnya telah menerima dua dosis vaksin COVID-19, sehingga dikecualikan dari uji wajib. Jadi diperkirakan total 380.000 PRT migran telah memenuhi mandatori tes COVID-19.

Menurut FBH, pemerintah telah mengambil arah baru untuk memerangi pandemi sejak pertengahan April. Tindakan pengendalian perbatasan dan pengendalian infeksi yang ditargetkan diperkenalkan untuk melindungi Hong Kong dari kasus impor dan mencegah penyebaran kasus secara lokal.

“Untuk kasus lokal dengan sumber infeksi yang tidak diketahui yang melibatkan strain mutan, Pemerintah harus tegas dalam mengadopsi tindakan pengujian dan karantina yang cepat dan cepat, dengan tujuan untuk memutus rantai penularan secepat mungkin. Jika tidak, seluruh masyarakat. harus menanggung konsekuensi yang signifikan ketika ada wabah besar,” kata Jubir FBH.

Pengujian telah menjadi bagian integral dari strategi dalam mencegah dan memerangi virus. Pemerintah telah menerapkan Skema Pengujian Grup Bertarget untuk grup berisiko tinggi dan terpapar tinggi serta staf penting infrastruktur dan layanan kritis, dll sejak pertengahan 2020.

Lebih lanjut FBH mengatakan bahwa semua PRT migran sebelumnya sudah pernah ditawari tes gratis secara sukarela di CTC dari pertengahan Desember 2020 hingga akhir Februari 2021. Namun hanya 34.000 PRT migran atau setara dengan kurang dari 10 persen dari jumlah total PRT migran di Hong Kong yang telah melakukan tes sukarela di CTC selama periode tersebut.

FB mengatakan pemerintah masih terus mendorong masyarakat untuk divaksinasi sesegera mungkin untuk melindungi diri dan anggota keluarganya.

“Mengingat ancaman yang ditimbulkan oleh strain mutan tersebut, sangat penting bagi kami untuk divaksinasi. Meskipun masih terdapat kekurangan vaksin COVID-19 secara internasional, kedua vaksin yang diperoleh Pemerintah tersebut sudah mencukupi bagi seluruh masyarakat Hong Kong untuk mendapatkan vaksinasi. Saat ini, masih banyak kuota yang tidak digunakan di 29 pusat vaksinasi komunitas dan lebih dari 1000 klinik swasta. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menghargai pasokan vaksin di Hong Kong dan mendapatkan vaksinasi sesegera mungkin, ujar Jubir FBH.

Source link

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *