Semakin Ketat, Mulai Besok Bagi Buruh Migran Yang kedapatan Bergerombol Lebih dari 2 Orang Akan didenda Masing-Masing HK$5000 Tanpa Ampun

  • Whatsapp

Chi-kwong, selaku Sekretaris Hukum Perburuhan dan Kesejahteraan Hong Kong meminta Buruh Migran sektor pembantu rumah tangga asing di hong Kong untuk tinggal di rumah selama hari libur mereka setelah pihak berwenang memperingatkan bahwa pertemuan massal akan ditargetkan oleh penegakan hukum yang ketat.

Read More

Dalam konferensi pers pada hari Jumat ( 18 february 2022), Kepala Eksekutif Carrie Lam Cheng Yuet-ngor menekankan bahwa pihak berwenang akan memberlakukan pembatasan pertemuan kelompok dua orang tanpa ampun mulai hari Minggu dan pelanggar akan didenda masing-masing HK$5.000.

Law berbicara di sebuah program radio pada hari Sabtu dan menunjukkan bahwa polisi mengeluarkan tiket hukuman tetap kepada 17 pembantu rumah tangga pekan lalu karena melanggar batas pertemuan kelompok dua orang. Ia melanjutkan, mulai hari Minggu ( 20 february 2022), polisi akan melakukan penegakan hukum secara langsung tanpa memberikan teguran lisan terlebih dahulu.

Kepala tenaga kerja juga mencatat bahwa warga telah menyerukan penggalangan dana untuk membayar denda bagi para buruh migran. Namun, dia menggarisbawahi bahwa tindakan tersebut mungkin ilegal karena menghentikan pemerintah memerangi pandemi dengan benar.

Baca Juga : Sebanyak 6.063 Orang dinyatakan Positif Covid-19 di Hong Kong Hari ini, 15 Lainnya dinyatakan Meninggal Dunia dalam 24 jam Terakhir

Law menambahkan, pihak berwenang sekarang mencari nasihat hukum dari Departemen Kehakiman mengenai masalah ini.

Pada catatan lain, Law mengatakan undang-undang mengizinkan majikan untuk mengganti hari libur pekerja dengan upah sehari karena ia mendorong pekerja untuk tinggal di rumah dan beristirahat pada hari libur daripada pergi ke luar.

Baca Juga : Berrrrr….. Suhu Dingin di Hong Kong Akan Turun Hingga 9°C Minggu Besok

Ia juga menyebutkan, jumlah buruh migran asing turun sekitar 70.000 sejak Hong Kong dilanda Covid-19 dan larangan penerbangan terkadang dipicu karena perkembangan pandemi yang serius di Filipina dan Indonesia.

Law mengatakan dia memahami bahwa kekurangan pembantu menimbulkan tantangan bagi keluarga setempat karena beberapa orang tua harus berhenti dari pekerjaan mereka dan merawat anak-anak mereka sendiri, yang menyebabkan penurunan angkatan kerja. Dia juga menambahkan bahwa pihak berwenang akan menyesuaikan jumlah hotel karantina dan fasilitas isolasi.



Sumber : Kartininesia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.